Relawan IAIN Langsa Gelar Trauma Healing untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
RAJANEWS.Xyz | Aceh Tamiang, – Relawan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Zakat dan Wakaf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Langsa telah melaksanakan program Trauma Healing bagi anak-anak dan masyarakat korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Jum’at–Minggu (9–11/1/2026).
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak 9 hingga 11 Januari 2026, bertempat di Desa Baling Karang, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang. Program dilaksanakan di lokasi pengungsian warga yang saat ini menempati gedung sekolah serta tenda-tenda darurat.
Program ini bertujuan untuk membantu pemulihan psikologis masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak, serta menciptakan ruang aman agar mereka dapat mengekspresikan perasaan dan menceritakan pengalaman traumatis yang dialami pascabencana.

Selama pelaksanaan kegiatan, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas seperti bermain bersama, menggambar, serta pendampingan psikososial yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Kegiatan trauma healing ini dirancang untuk mengembalikan rasa aman, semangat, dan keceriaan anak-anak di tengah kondisi darurat.
Selain fokus pada anak-anak, relawan HMJ Manajemen Zakat dan Wakaf FEBI IAIN Langsa juga turun langsung membantu masyarakat melalui kegiatan gotong royong membersihkan masjid yang terdampak lumpur dengan kondisi cukup parah. Masjid tersebut menjadi salah satu dari dua bangunan yang masih berdiri, selain sekolah, setelah sebagian besar rumah warga rata dengan tanah akibat bencana.
Saat ini, kondisi Desa Baling Karang masih sangat memprihatinkan. Mayoritas warga kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di pengungsian dengan keterbatasan fasilitas. Kehadiran relawan diharapkan dapat memberikan dukungan moral, semangat kebersamaan, dan rasa diperhatikan bagi masyarakat terdampak.
Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf FEBI IAIN Langsa, Harmana Sitepu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi psikologis masyarakat pascabencana, khususnya anak-anak sebagai kelompok paling rentan.

“Melalui kegiatan trauma healing ini, kami ingin membantu anak-anak dan masyarakat agar lebih mudah bercerita, merasa didengar, serta perlahan pulih dari trauma yang mereka alami,” ujar Harmana Sitepu.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal pemulihan psikososial, sekaligus mempererat solidaritas antara mahasiswa dan masyarakat terdampak bencana.
Sebagai perkembangan terbaru di lapangan, masyarakat Desa Baling Karang saat ini mulai berupaya membangun kembali rumah-rumah mereka di dataran yang lebih tinggi, yakni di sekitar area sekolah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar warga untuk bangkit serta meminimalkan risiko terdampak bencana serupa di masa mendatang.
Upaya mandiri masyarakat tersebut mendapat dukungan moral dari para relawan, yang berharap proses pemulihan dapat berjalan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik, mental, maupun sosial, demi masa depan masyarakat Desa Baling Karang yang lebih baik.
(Red)














