CPMH Fakultas Psikologi UGM Bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) salurkan Dignity Kit
RAJANEWS.Xyz | BANDA ACEH – Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menyalurkan Dignity Kit, yakni perlengkapan kebersihan dan sanitasi, bagi penyintas bencana di sejumlah wilayah Aceh.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, dengan penyaluran 45 paket dignity kit di Dusun Meunasah Lhoknga dan Gampong Masjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Bantuan diserahkan langsung ke tenda-tenda keluarga penyintas dan rumah warga terdampak, serta sebagian kecil melalui posko pengungsian, untuk memastikan bantuan diterima oleh yang paling membutuhkan, khususnya perempuan dan anak.
Penyaluran dignity kit tidak dilakukan sebagai kegiatan tunggal, Tim di lapangan mengintegrasikannya dengan pelayanan kesehatan umum, home visit, serta perawatan luka bagi warga yang belum dapat mengakses fasilitas kesehatan akibat kerusakan infrastruktur dan keterbatasan transportasi. Selain itu, pendampingan psikososial anak juga menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan, melalui aktivitas bermain, menggambar, dan bercerita untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi dan mengurangi dampak stres pascabencana.
Kepala Pusat Kajian Kesehatan Mental Masyarakat (CPMH) Fakultas Psikologi UGM, Diana Setyawati menegaskan bahwa dignity kit memiliki peran penting dalam pemulihan kesehatan mental penyintas.
“Jadi perlu dipahami bahwa dalam situasi bencana, penyintas sering kehilangan kontrol atas tubuh dan ruang pribadinya. Dignity kit membantu mengembalikan rasa aman, harga diri, dan kendali personal, terutama bagi perempuan dan remaja putri,” ujar Diana pada Jum’at (16/01/2026).
Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) GEN-A, dr. Intan Qanita menambahkan bahwa penyaluran dignity kit, merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang lebih luas. Menurutnya, pendekatan terpadu tersebut penting agar pemulihan tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, mental, dan ketahanan komunitas dalam jangka menengah hingga panjang.
“Aksi kemanusiaan GEN-A telah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak bencana melanda. Kami telah menjangkau wilayah Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang dengan berbagai layanan, mulai dari pelayanan medis dasar, penyaluran logistik, pendampingan psikososial, hingga pendampingan percepatan pemulihan desa,” ujar dr. Intan.
Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menegaskan bahwa dignity kit memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar paket bantuan. Dignity kit bukan hanya tentang barang, tetapi tentang menjaga martabat penyintas. Ketika kebutuhan personal perempuan dan anak terpenuhi, mereka merasa lebih aman, lebih dihargai, dan proses pemulihan psikologis dapat berjalan lebih baik.
(Red)














