News  

Pelatihan Pengelolaan Sampah Plastik di Lapas Langsa: Bekal Keterampilan Bagi Warga Binaan

Pelatihan Pengelolaan Sampah Plastik di Lapas Langsa: Bekal Keterampilan Bagi Warga Binaan

RAJANEWS.Xyz | Kota Langsa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Langsa bekerja sama dengan Yayasan Rimba Raya Nusantara menggelar pelatihan bertajuk “Bahaya Sampah Plastik di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan,” pada Senin (16/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula/Ruang Pembinaan Lapas ini diikuti puluhan warga binaan dan petugas pembinaan dengan antusias.

Pelatihan ini merupakan realisasi dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PTPN IV Regional 6 tahun 2025. Pelaksanaannya di tahun 2026 sempat tertunda akibat bencana alam banjir dan longsor yang melanda Kota Langsa.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas atau perwakilannya, didampingi Ketua Panitia dari Yayasan Rimba Raya Nusantara. Dalam sambutannya, Kepala Lapas menegaskan pentingnya edukasi lingkungan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan keterampilan.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, warga binaan tidak hanya memahami bahaya sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan, tetapi juga mampu mengelola limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Ini bekal berharga saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan tiga pemateri kompeten di bidangnya:

Pemateri I: Rahmalinda, S.Pd., M.M.
Praktisi lingkungan dan penerima Penghargaan Kalpataru 2024 ini menyampaikan materi tentang jenis-jenis sampah plastik, dampak terhadap lingkungan dan kesehatan, serta konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Pemateri II: Hamdani, S.E.
Praktisi pemberdayaan masyarakat yang fokus pada ekonomi kreatif berbasis sampah ini memaparkan potensi ekonomi dari daur ulang plastik serta strategi pengembangan usaha ramah lingkungan.

Pemateri III: Muhammad Dani
Fasilitator edukasi lingkungan memberikan sesi praktik pengelolaan sampah plastik, termasuk simulasi pemilahan dan demonstrasi pengolahan sederhana menggunakan inovasi mesin daur ulang yang ia kembangkan.

Rangkaian kegiatan dirancang secara partisipatif. Selain pemaparan materi, peserta mengikuti ice breaking, diskusi kelompok, dan presentasi solusi pengelolaan sampah di lingkungan Lapas. Mereka juga diajak mempraktikkan langsung cara memilah dan mengolah sampah plastik menjadi bahan bernilai guna.

Ketua Panitia dari Yayasan Rimba Raya Nusantara menjelaskan, “Kami sengaja merancang pelatihan ini dengan pendekatan partisipatif agar warga binaan tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga aktif menemukan solusi atas permasalahan sampah di sekitar mereka. Semoga ilmu ini bisa diterapkan sehari-hari, baik di dalam Lapas maupun nanti di luar.”

Evaluasi melalui kuesioner dan umpan balik peserta dilakukan untuk mengukur pemahaman dan efektivitas pelatihan.

 

Sepanjang acara, peserta wajib mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan, termasuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan sesuai aturan Lapas. Petugas keamanan turut mengawasi jalannya kegiatan guna memastikan kondusivitas.

Pelatihan ditutup dengan penyampaian kesimpulan, doa, dan foto bersama (sesuai izin Lapas). Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan keterampilan warga binaan dalam mengelola sampah plastik meningkat, sehingga mampu berkontribusi positif bagi lingkungan dan memiliki peluang ekonomi setelah menjalani masa pidana.

Redaksi

Penulis: Said Yan Rizal"Editor: "RAJANEWS.XYZ"

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!