Panti Asuhan Madrasah Aliyah Al-Furqon Berhentikan Dua Siswa dari Sekolah Karena Tidak Bayar Uang Semester

KOTA PADANG, RAJANEWS.XYZ —Kisah menyedihkan dua siswa dari panti asuhan di Madrasah Aliyah (MA) Al-Furqon yang diberhentikan sekolah pada, Selasa (05/05/2026).

Pendidikan ini sangat penting untuk masa depan anak-anak. Fasilitas dan dukungan dalam pendidikan adalah kunci keberhasilan di Indonesia.

Beasiswa diperlukan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu agar tidak putus sekolah. Kedua siswa, Avil Mulyadi (17 tahun) dan Dio Patuta (18 tahun), dihentikan karena belum melunasi biaya sekolah.

Ketua Panti Asuhan, Abi Renol Putra, menjelaskan, bahwa keduanya sudah bersekolah di MA Al-Furqon sejak 2024, namun pernah tidak aktif pada 2025,” ucap Abi Renol Putra.

Pihak madrasah menghubungi dua orang Siswa untuk meminta pembayaran tunggakan, termasuk uang sebesar 300 ribu dan tunggakan Avil sebesar 2,5 juta,” kata Pihak Madrasah.

Meskipun kepala sekolah sebelumnya meminta keduanya untuk kembali bersekolah, tapi dua siswa ini wajib selesaikan dulu tunggakan,” Pintanya.

Akhirnya, Ketua Abi Renol Putra dari pihak sekolah Madrasah Aliyah menyatakan bahwa Avil dan Dio harus mencari sekolah lain di karenakan utang/tunggakan yang belum dilunasi,” ungkapnya.

Ketua panti asuhan Madrasah Aliyah (MA) Al-Furqon berkomitmen wajib bayar dulu untuk bisa melanjutkan sekolahnya,” ucapnya.

Kisah ini menyoroti pentingnya dukungan Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan Propinsi kota Padang untuk fasilitasi ke dua siswa ini, serta beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu untuk mencegah mereka dikeluarkan oleh pihak sekolah.

(Tim)

error: Content is protected !!