BPI KPNPA-RI Desak Polres Bangka Tetapkan Pemilik Pangkalan LPG sebagai Tersangka
RAJANEWS.Xyz l Pemali, – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA-RI), Rahmad Sukendar, mendesak Satreskrim Polres Bangka segera menetapkan Atik, pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Desa Air Duren, sebagai tersangka dalam perkara dugaan pengoplosan gas elpiji bersubsidi ke tabung nonsubsidi 12 kilogram.
Desakan itu disampaikan Rahmad setelah penyidik menetapkan Asiung sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Menurut dia, penyidik perlu mengusut secara menyeluruh rantai distribusi LPG subsidi yang diduga menjadi sumber pasokan bagi praktik pengoplosan.
“Kalau Asiung sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka pihak yang diduga menyuplai LPG subsidi dalam jumlah besar juga harus diperiksa secara serius. Apabila alat bukti mencukupi, penyidik harus menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” kata Rahmad kepada media ini.
Rahmad menilai Atik patut dimintai pertanggungjawaban hukum apabila terbukti memasok tabung LPG 3 kilogram kepada Asiung dalam jumlah besar. Menurut dia, pengungkapan perkara tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga harus menyasar pihak yang diduga menjadi pemasok.
“Jangan sampai penegakan hukum hanya menyentuh pelaku di bawah. Siapa yang memasok gas subsidi hingga bisa dioplos dalam jumlah besar harus dimintai pertanggungjawaban. Penegakan hukum harus dilakukan secara utuh dan tanpa tebang pilih,” ujarnya.
Nama Atik sebelumnya mencuat setelah disebut-sebut sebagai pemilik pangkalan LPG yang diduga memasok tabung gas subsidi kepada Asiung. Namun, hingga kini Polres Bangka belum mengumumkan status hukum Atik maupun hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
Sejumlah warga di Desa Air Duren juga menyebut Atik sudah tidak lagi terlihat beraktivitas sejak kasus tersebut menjadi sorotan publik. Seorang sumber mengatakan Atik sempat memenuhi panggilan penyidik sebelum akhirnya jarang terlihat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Dia sudah tidak kelihatan lagi. Katanya lebih banyak di belakang rumah,” ujar sumber itu.
Informasi mengenai keberadaan Atik belum dapat dikonfirmasi secara langsung kepada yang bersangkutan.
Redaksi













