Kado HUT Ke-25 Kota Langsa: Syafrizal Dukung Wali Kota, Rekrutmen Direktur PDAM yang Kredibel dan Profesional
RAJANEWS Xyz l KOTA LANGSA — Memasuki usia ke-25 pada, 17 Oktober 2026, Kota Langsa masih menghadapi pekerjaan rumah serius dalam pelayanan air bersih. Kualitas air yang dikeluhkan pelanggan serta distribusi yang belum lancar dan merata menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius Pemerintah Kota Langsa.
Di tengah kondisi tersebut, salah seorang tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Kota Langsa, Syafrizal, SE, menyatakan dukungannya terhadap Wali Kota Langsa untuk memilih calon Direktur Utama PDAM Tirta Keumuneng yang kredibel, mumpuni, profesional, dan berpengalaman di bidang pengelolaan air bersih.
Syafrizal berharap kepemimpinan PDAM ke depan dipercayakan kepada sosok yang profesional, berpengalaman, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Syafrizal, momentum HUT ke-25 Kota Langsa seharusnya menjadi titik evaluasi sekaligus awal pembenahan pelayanan dasar, terutama penyediaan air bersih yang menjadi kebutuhan utama masyarakat setiap hari.
“Bagi masyarakat, kado ulang tahun Kota Langsa yang paling dibutuhkan bukan hanya seremoni, tetapi perubahan nyata dalam pelayanan publik. Air bersih harus tersedia dengan kualitas yang baik dan distribusi yang lancar,” ujarnya.
Kualitas Air Bersih Menjadi Perhatian Serius, Syafrizal menilai persoalan air bersih tidak boleh dipandang sebelah mata. Pelanggan berharap air yang disalurkan PDAM memenuhi standar kualitas yang berlaku, mengalir secara teratur, serta dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Menurutnya, pembenahan tidak cukup dilakukan melalui pergantian pimpinan semata. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan air, kondisi jaringan perpipaan, kapasitas distribusi, serta pengawasan kualitas air sebelum disalurkan kepada pelanggan.
“Direktur utama yang baru nantinya harus mampu menghadirkan perubahan. Pelayanan harus semakin baik, distribusi harus lebih merata, dan keluhan pelanggan harus ditangani secara serius. Masyarakat membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Langsa memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut agar masyarakat dapat menikmati pelayanan air bersih yang layak dan berkelanjutan.
Pelanggan Diimbau Menggunakan Bak Penampung Air.
Di tengah keterbatasan pasokan air yang masih dirasakan sebagian pelanggan, Syafrizal mengimbau masyarakat untuk menggunakan bak penampung air di rumah masing-masing agar persediaan dapat dikelola dengan lebih baik ketika pasokan tersedia.
Ia juga mengingatkan pelanggan agar tidak menyedot air secara langsung dari jaringan distribusi menggunakan pompa listrik tanpa memperhatikan kondisi jaringan, karena tindakan tersebut berpotensi mengganggu tekanan air dan pemerataan distribusi.
“Sebaiknya air ditampung terlebih dahulu di bak penampung, kemudian digunakan atau dialirkan ke kamar mandi maupun bagian rumah yang lebih tinggi dengan sistem yang sesuai. Dengan begitu, penggunaan air dapat dikelola lebih teratur,” jelasnya.
Syafrizal menambahkan, penggunaan bak penampung dapat membantu pelanggan mengatur kebutuhan air rumah tangga. Namun, upaya tersebut harus dibarengi tanggung jawab PDAM untuk memastikan pasokan, tekanan, dan kualitas air tetap terjaga.
Desak Pelantikan Direksi Baru PDAM Tirta Keumuneng, Bertepatan dengan HUT ke-25 Kota Langsa, Syafrizal berharap Wali Kota Langsa segera menindaklanjuti proses seleksi direksi PDAM Tirta Keumuneng sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia meminta agar calon yang dipilih benar-benar memiliki kompetensi dan pengalaman relevan dalam pengelolaan air bersih, serta mampu menyusun program kerja yang terukur dan berpihak kepada pelanggan.
“Momentum ulang tahun ke-25 Kota Langsa ini sangat tepat untuk melakukan pembenahan. Kami berharap Wali Kota memilih pemimpin yang profesional dan memahami persoalan pengelolaan air bersih. Jika proses seleksi telah selesai sesuai ketentuan, jangan biarkan masyarakat menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kepastian kepemimpinan baru,” ungkapnya.
Menurut Syafrizal, direksi baru harus menjadikan peningkatan kualitas air, kelancaran distribusi, transparansi pelayanan, serta penanganan pengaduan pelanggan sebagai prioritas utama.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan PDAM tidak semata-mata diukur dari program yang direncanakan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, HUT ke-25 Kota Langsa menjadi momentum lahirnya pelayanan air bersih yang lebih baik. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sudah saatnya persoalan kualitas dan distribusi mendapat penanganan serius agar pelanggan tidak terus dibayangi keluhan yang sama,” pungkas Syafrizal.
Bagi masyarakat Kota Langsa, kado terbaik di usia ke-25 bukan sekadar perayaan, melainkan hadirnya pelayanan air bersih yang berkualitas, distribusi yang merata, dan kepemimpinan PDAM yang mampu menjawab kebutuhan rakyat.
REDAKSI













