Advokat Senior Muslim A. Gani, SH, MH, CPM Angkat Bicara Terkait RS Regional Langsa
RAJANEWS.Xyz l Kota Langsa – Pembangunan Rumah Sakit Regional Langsa yang direncanakan menelan anggaran hingga Rp.1,3 triliun kini menghadapi ancaman mangkrak dan gagal.
Hingga saat ini, dana yang terserap baru sekitar Rp.163 miliar. Kondisi bangunan yang terbengkalai tanpa pengawasan telah menimbulkan kerusakan serius, termasuk hilangnya besi fondasi, granit lantai, dan material lain yang bernilai tinggi.
Advokat senior Muslim A. Gani, SH. MH. CPM menyampaikan keprihatinannya saat ditemui awak media ini di salah satu warkop di Kota Langsa, Sabtu (01-08-2026).
Menurutnya, jika dibiarkan beberapa tahun ke depan, gedung tersebut harus dinyatakan tidak layak bangun, Ia menegaskan bahwa ratusan miliar uang negara yang sudah dikeluarkan tidak boleh dibiarkan menjadi bangunan tua tanpa manfaat.
“Pemerintah Provinsi harus bertanggung jawab terhadap keuangan negara yang sudah terbuang,kami menyarankan agar dilakukan audit menyeluruh, baik audit keuangan maupun audit investigatif. Jika ditemukan adanya kecurangan, harus segera ditindak tegas. Ini uang negara, tidak boleh dipelihara praktik yang merugikan,” tegas Muslim A. Gani.
Selain itu, ia juga membuka opsi agar pemerintah provinsi menggandeng pihak investor melalui skema kerja sama seperti joint venture, Kerja Sama Operasi (KSO), atau Build-Operate-Transfer (BOT) untuk melanjutkan pembangunan rumah sakit tersebut.
“Lebih memprihatinkan lagi, bangunan yang sudah menelan ratusan miliar rupiah tidak dijaga dan tidak diawasi. Akibatnya, besi kerangka bangunan raib dan lokasi gelap tanpa penerangan menjadi rawan tindak kriminal. Informasi dari masyarakat menyebutkan bahwa gedung tersebut bahkan disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu pada malam hari”ucap Muslim lagi
Muslim A. Gani menekankan bahwa kondisi ini bukan hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan masyarakat sekitar. Ia mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata agar aset negara tidak terus terbengkalai dan menjadi sarang kejahatan.
Redaksi













