Dr. Emi: Mahasiswa Harus Kawal Demokrasi, Tolak Politik Uang
RAJANEWS.Xyz l Kota Langsa, — Sosialisasi Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur “Goes to Campus” Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 diadakan di Aula IAIN Langsa, Senin (21/09/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para mahasiswa IAIN Langsa sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi politik dan kesadaran berdemokrasi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA, yang akrab disapa Dr. Emi dan menjabat sebagai Wakil Rektor I IAIN Langsa, menyampaikan materi bertajuk “Mahasiswa dan Pendidikan Pemilih”. Ia mengajak mahasiswa memahami bahwa menjadi pemilih bukan sekadar menggunakan hak suara, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.
Menurut Dr. Emi, pendidikan pemilih perlu diarahkan pada kesadaran untuk memahami hak dan kewajiban, mengenal proses pemilihan, menilai informasi secara kritis, serta menentukan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab.
Mahasiswa memiliki posisi penting karena kemampuan berpikir kritis, akses luas terhadap informasi, dan keterlibatan dalam kehidupan sosial membuat mereka berpotensi menjadi agen perubahan sekaligus turut membangun budaya politik yang sehat.
Perspektif tersebut turut diperkuat pengalaman Dr. Emi dalam penyelenggaraan Pilkada. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Langsa, sehingga memiliki pengalaman langsung mengenai dinamika pengawasan Pilkada serta pentingnya partisipasi masyarakat dan pengawasan yang berintegritas.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, tantangan bagi pemilih semakin kompleks. Hoaks dan disinformasi, politik identitas, polarisasi, serta politik uang menjadi persoalan yang perlu dihadapi dengan literasi politik yang memadai. Kemampuan menyaring dan memeriksa informasi penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi keliru.
Karena itu, mahasiswa dapat mengambil peran dengan meningkatkan literasi politik, menyebarkan informasi yang benar, membangun ruang dialog yang sehat, menghargai perbedaan pilihan, serta menolak politik uang. Langkah tersebut penting agar perbedaan pilihan politik tidak berkembang menjadi perpecahan sosial.
Dr.Emi menggambarkan pendidikan pemilih sebagai proses berkesinambungan, dimulai dari literasi, tumbuh menjadi kesadaran, diwujudkan melalui partisipasi, dan bermuara pada demokrasi yang berkualitas.
“Pemilih cerdas adalah fondasi demokrasi yang berkualitas. Karena itu, pendidikan pemilih harus terus dilakukan, tidak hanya menjelang pemilu, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan kewargaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dr. Emi menerima penghargaan dari KIP Aceh Timur sebagai narasumber pada kegiatan Sosialisasi KIP Aceh Timur “Goes to Campus”. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KIP Aceh Timur, Sayed Reza Fahlevi, S.Pd., didampingi para komisioner, sekretaris, dan staf sekretariat KIP Aceh Timur serta Wakil Dekan III FUAD IAIN Langsa Dr.Danil Putra Arisandy sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam kegiatan tersebut.
Redaksi













