Rajanews.xyz – Modus Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) Sky Game yang berada satu atap dengan SNL Food Grocery and Gourmet Market yang berada di Simpang Jalan Masuk Tanjung Uma, diduga menjadi tempat judi terselubung.
Dari investigasi media ini beberapa waktu yang lalu di gelanggang permainan Sky Game, bahwa lokasi tersebut dipenuhi ratusan berbagai jenis mesin gelper, antara lain mesin tembak ikan, Jacpot, Game Spinner dan Doraemon yang dipadati para pemain dari orang dewasa hingga anak – anak.
Beroperasinya Gelper jenis ketangkasan di Sky Game yang berlokasi di lantai 2 SNL Food Tanjung Uma kecamatan Lubuk Baja Kota Batam sudah sepatutnya menjadi perhatian DPM –PTSP Provinsi Kepulauan Riau bersama aparat penegak hukum, khususnya pihak Kepolisian Polda Kepri untuk memastikan dokumen perizinannya hingga tidak adanya unsur judi dalam permainan tersebut.
Sumber media ini, menyebutkan Sky Game kini menjadi tempat favorit warga Batam yang ingin mengadu peruntungan di tempat tersebut.
“Permainannya banyak bang, ada mesin slot pilihan hewan, slot bunga, slot dinosaurus dan juga mesin buah. Selain itu juga ada mesin tembak ikan, tembak burung dan lain-lain. Mereka juga menyediakan makan dan minum grais bagi para pemain, selain itu juga ada kupon undian dengan berbagai hadiah handphone hingga motor bahkan mobil untuk para pemain,” ujar Sumber menjelaskan ke media ini.
Menurutnya, Gelper SKy Game adalah judi terselubung, karena hadiah dari tiket pemain dapat diganti rokok kemudian ditukar dengan uang minimal Rp300 ribu.
“Kita berharap kepada DPM-PTSP Provinsi Kepri dan pihak Kepolisian Polda Kepri segera meninjau langsung terkait perizinannya, sehingga tidak menimbulkan opini di tengah – tengah masyarakat nantinya”Ucapnya pada media ini,” harapnya.
Dalam perbincangan publik, disebut-sebut nama Zainal L turut mencuat dan menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan dugaan keterlibatan dalam operasional perjudian jackpot di wilayah Batam. Namun demikian, keterkaitan tersebut masih sebatas dugaan yang berkembang di masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih melakukan konfirmasi kepada Dinas terkait dan APH. (*)













