Menanti Bantuan Jaminan Hidup, Haruskah Masyarakat Berharap Kepastian yang Tiada Akhir
RAJANEWS.Xyz | Kota Langsa. –
Masyarakat Kota Langsa, Provinsi Aceh, masih menunggu kepastian penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial-RI Pascabanjir Bandang dan longsor yang meleluluh lantakan, bumi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Provinsi Aceh khususnya Kota Langsa pada, 26,27,28 November beberapa bulan yang lalu.
Mereka juga menunggu kapan kepastian tahapan berikutnya, apakah penyaluran tersebut memerlukan waktu yang lama dan tiada akhir.
Dengan desakan masyarakat Kota Langsa yang belum menerima jaminan hidup (Jadup) sampai saat ini, mendesak Pemerintah Kota Langsa untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat agar penyaluran bantuan jaminan hidup untuk tahap berikutnya, dapat dirasakan manfa’at dari bantuan Jaminan hidup (Jadup) tersebut.
Berkas-berkas masyarakat sudah diterima masing-masing Desa (Gampong) namun belum ada kejelasan lebih lanjut, Walau baru-baru ini sebagian sudah disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Langsa, melalui proses pengambilan lewat kantor pos terdekat.
Masyarakat Kota Langsa berharap agar bantuan ini dapat disalurkan dengan cepat dan tepat sehingga dapat membantu mereka yang benar-benar membutuhkan, dengan menekankan pentingnya memiliki jiwa yang kuat dan semangat yang tinggi dalam menghadapi tantangan hidup, menjadi harapan bagi masyarakat yang masih berjuang dalam bencana alam Hidrometreologi yang melanda beberapa bulan yang lalu.
Pemerintah Kota Langsa diharapkan dapat memperjelas proses penyaluran bantuan ini dan memastikan bahwa bantuan tersebut dapat diterima oleh seluruh masyarakat yang terdampak banjir. Masyarakat juga berharap agar tidak ada lagi penundaan atau kesalah pahaman dalam penyaluran bantuan, karena bagi masyarakat sangat membutuhkan bantuan tersebut untuk memulihkan kehidupan mereka serta membantu pemulihan
ekonomi masyarakat Kota Langsa yang terdampak banjir.
Bantuan Jadup ini diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat Kota Langsa yang terdampak banjir, dengan penyaluran yang cepat dan tepat bagi masyarakat untuk bangkit kembali. Pemerintah Kota Langsa harus bertindak cepat dalam menangani kasus ini, agar masyarakat dapat percaya bahwa bantuan tersebut disalurkan dengan adil dan merata.
Oleh karena itu, masyarakat yang belum menerima jaminan hidup (Jadup) sangat menanti kepastian dari pemerintah Kota Langsa tahap berikutnya. Semoga bantuan ini dapat segera disalurkan dan membantu masyarakat Kota Langsa yang terdampak banjir.
Salah satu Pengamat sosial Warga Kota Langsa, Samsul Rizal, S.Sos.I mengungkapkan kekecewaanya lewat Rilis pers kepada media ini.
ia menjelaskan bahwa, sebelumnya pascabanjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Barat hingga Sumatera Utara dan Aceh serta Kota Langsa pada 26 November 2025, beliau juga menekankan bahwa masyarakat Kota Langsa tempat persinggahan air banjir tiap kali hujan deras hingga air tersebut memasuki pemungkiman rumah warga sekitar dan hampir tiap tahun yang dirasakan warga namun yang menjadi ironisnya, jauh-jauh hari masyarakat sudah menyerahkan berkas formulir data banjir dikantor Desa (Gampong) setempat, dinyatakan yang menerima bantuan rumah rusak ringan hingga rusak sedang hanya beberapa warga,
Hal ini menimbulkan tanda tanya kepada BPBD atau BNPB Kota Langsa, Hingga Publik juga mempertanyakan dan menyoroti hal ini bisa terjadi lambanya dalam proses penyaluran bantuan Jaminan hidup (Jadup) untuk masyarakat.
Hingga wartawan media Raja News. XYz, menurunkan berita ini sampai kemeja Redaksi, belum juga memperoleh keterangan resmi dari pihak terkait. hingga berita ini diterbitkan pada, Sabtu (28/03/2026).
Redaksi












