Menkomdigi Desak Operator Seluler Untuk Segera Percepat Perbaikan Jaringan di Tiga Kabupaten Provinsi Aceh
RAJANEWS.Xyz | JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mendesak operator seluler untuk segera mempercepat perbaikan jaringan di Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Meskipun pemulihan sinyal di Provinsi Aceh secara umum sudah mencapai angka 80,63 persen per Jum’at (19/12/2025), konektivitas di tiga wilayah tersebut masih tertinggal dan di bawah 50 persen.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mencatat perbaikan infrastruktur telekomunikasi di Aceh berjalan cukup cepat. Jika pada Selasa (16/12) pemulihan baru menyentuh 45 persen, kini angkanya sudah tembus 80 persen.
Dari total 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana, sebanyak 20 daerah sudah memiliki jaringan yang stabil. Artinya, sebagian besar menara pemancar (BTS) yang sempat mati akibat banjir dan longsor kini sudah berfungsi kembali.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan, tiga daerah yang pemulihannya masih lambat (Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues) harus jadi prioritas utama saat ini.
“Konektivitas di wilayah-wilayah ini penting agar warga tidak merasa terisolasi,” tegas Meutya dilansir dari InfoPublik pada Minggu (21/12/2025).
Menurutnya, sinyal komunikasi adalah kebutuhan vital dalam situasi darurat. Tanpa sinyal, koordinasi penyaluran bantuan, layanan medis darurat, dan komunikasi antarwarga akan terhambat. Pemerintah tidak ingin ada daerah yang buta informasi pasca bencana,” ujarnya.
Pemerintah juga memberikan apresiasi tinggi kepada para teknisi lapangan yang bekerja keras di tengah risiko dan medan berat demi menyambungkan kembali akses komunikasi masyarakat.
Sementara itu, kondisi jaringan di provinsi tetangga menunjukkan hasil yang lebih positif. Di Sumatera Barat, pemulihan BTS telah mencapai angka 99,14 persen, sedangkan di Sumatera Utara menyentuh angka 97,35 persen.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan memperbarui informasi secara berkala hingga seluruh infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra benar-benar pulih total.
(Red)














