RKP dan KAMMI daerah Langsa Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir Aceh Tamiang
RAJANEWS.Xyz | Aceh Tamiang, – Yayasan Rumah Kami Peduli (RKP) berkolaborasi bersama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Komunitas Kejar mimpi telah melaksanakan program Trauma Healing dan Sekolah Darurat bagi anak-anak korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Sabtu, (10/01/2026).
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, sejak 5/9 Januari 2026, bertempat di Sekolah Dasar (SD) Negeri Bandar Khalifah dan SD Negeri Alur Tani, serta dirangkaikan dengan pembelajaran mengaji di Tempat Pengajian Anak (TPA) Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang.
Program ini bertujuan membantu pemulihan psikologis anak-anak pascabencana banjir sekaligus memastikan keberlanjutan pendidikan dan pembinaan spiritual di tengah kondisi darurat.

Selama pelaksanaan kegiatan, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, permainan kreatif, pendampingan psikososial, serta sesi trauma healing yang dirancang untuk mengembalikan rasa aman, semangat belajar, dan keceriaan mereka.
Selain fokus pada aspek psikososial dan pendidikan, Yayasan RKP juga menyalurkan bantuan sandang dan pangan kepada masyarakat terdampak banjir. Bantuan yang disalurkan meliputi selimut, kelambu, beras, sarden, mi instan, popok bayi, obat-obatan, serta air bersih.

Anak-anak turut menerima paket alat tulis sekolah sebagai dukungan agar tetap dapat belajar secara layak pascabencana.
Kegiatan kemanusiaan ini terlaksana melalui kolaborasi antara Yayasan RKP, KAMMI Pengurus Daerah Langsa, KAMMI Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, KAMMI Universitas Samudra (UNSAM), serta Komunitas Kejar Mimpi.

Sinergi lintas organisasi dan komunitas ini menjadi wujud kepedulian bersama dalam menjawab kebutuhan anak-anak dan masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir.
Direktur Yayasan Rumah Kami Peduli Daerah Langsa, Aqsha Ansari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam pendampingan jangka menengah bagi anak-anak korban bencana, tidak hanya pada aspek bantuan logistik, tetapi juga pemulihan mental, moral, dan spiritual.

“Anak-anak adalah kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Melalui Trauma Healing dan Sekolah Darurat ini, kami ingin memastikan mereka kembali merasa aman, berani bermimpi, dan tidak kehilangan semangat belajar,” ujar Aqsha Ansari.
Lebih lanjut, Aqsha Ansari menambahkan bahwa Yayasan Rumah Kami Peduli insyaallah akan melanjutkan pendampingan melalui program Pesantren Kilat bagi anak-anak terdampak banjir. Program tersebut direncanakan untuk dilaksanakan pada momentum bulan suci Ramadhan, sebagai sarana penguatan nilai keislaman, pembinaan karakter, serta pemulihan spiritual anak-anak.

Sebagai upaya merealisasikan rangkaian program lanjutan tersebut, Yayasan Rumah Kami Peduli senantiasa membuka donasi bagi para donatur terbaik yang ingin menyalurkan infaq dan sedekahnya. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar program kemanusiaan, pendidikan, dan keagamaan ini dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
“Setiap infaq yang dititipkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga harapan baru bagi anak-anak korban banjir. Semoga menjadi amal jariyah dan keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.
“Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, pengelola TPA, serta masyarakat setempat yang berharap sinergi kemanusiaan seperti ini dapat terus berlanjut demi masa depan anak-anak Aceh Tamiang yang lebih baik,” demikian RajaNews.Xyz
(Red)














