Walikota Langsa Tegaskan Komitmen Pemko Dalam Pastikan Penyaluran Bantuan Rumah Pasca Bencana Banjir Tepat Sasaran
RAJANEWS.Xyz | KOTA LANGSA – Walikota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, SE menegaskan komitmen Pemerintah Kota Langsa dalam memastikan penyaluran bantuan rumah pascabanjir tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikannya dalam pidato resmi terkait evaluasi dan pembenahan mekanisme pendataan penerima bantuan, rumah rusak ringan dan sedang melalui Vidio Confrence bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di halaman Pemko, Selasa (03/03/2026)
Walikota menjelaskan bahwa sebelumnya Pemerintah Kota Langsa telah membentuk tim verifikasi rumah bantuan pascabanjir yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Langsa. Pada tahap awal, proses pendataan sempat diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Langsa (BPBD).

Namun, seiring dengan evaluasi yang dilakukan, tim tersebut kini telah dibubarkan dan direvisi. Pemerintah Kota Langsa membentuk tim baru yang berjumlah 120 orang dan ditugaskan turun langsung ke rumah-rumah warga untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan, di bawah koordinasi Sekda Kota Langsa selaku ketua tim.
“Kita berharap ke depan pendataan akan lebih baik, lebih akurat, dan lebih aktual, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang berhak tetapi tidak terdata,” tegas Wali Kota.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi proses verifikasi agar berjalan transparan dan bebas dari praktik penyimpangan. Wali Kota meminta warga tidak ragu melaporkan jika ditemukan indikasi ketidakwajaran atau dugaan permainan oknum dalam proses pendataan.
“Apabila ada warga yang tidak layak menerima bantuan tetapi terdata, atau sebaliknya, segera laporkan. Jika yang bermain di tingkat desa, laporkan ke kecamatan. Jika di kecamatan, laporkan ke BPBD. Dan jika BPBD yang bermain, laporkan langsung kepada Sekda Kota Langsa sebagai ketua tim,” ujarnya dengan tegas.

Menurutnya, pengawasan berjenjang ini penting untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang terdampak dan membutuhkan.
Wali Kota juga mengakui adanya keresahan di tengah masyarakat terkait pendataan bantuan, terutama akibat beredarnya informasi yang belum tentu benar atau hoaks.
“Saya memahami kondisi hari ini. Masyarakat merasa khawatir namanya tidak terdata, apalagi dengan adanya informasi-informasi yang tidak baik. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya dan tetap berkoordinasi dengan aparatur resmi,” katanya.
Pemerintah Kota Langsa, lanjutnya, berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyaluran bantuan pascabanjir, demi memastikan pemulihan berjalan adil dan merata bagi seluruh warga terdampak.
Redaksi














