BNPB Minta Percepat Pembangunan Huntara dan Huntap Pasca Bencana Sumatra
RAJANEWS.Xyz | BANDA ACEH – (BNPB) menegaskan percepatan penanganan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar) dan Aceh terus dilakukan pemerintah, khususnya dalam pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) di berbagai daerah terdampak.
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Pusat Informasi dan Media Center yang disediakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RIl di Banda Aceh, Jum’at (19/12/2025).
“Hingga saat ini, tercatat masih ada 27 kabupaten/kota yang berada pada perpanjangan status tanggap darurat. Namun percepatan-percepatan penanganan terus dilakukan di semua sektor termasuk huntara dan huntap, ” kata Abdul Muhari.
Terkait hunian sementara di Aceh, BNPB mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah mengusulkan lokasi huntara di lahan perkebunan PTPN IIl seluas 10 hektare. Usulan tersebut saat ini tengah diproses secara administratif dan akan dilanjutkan dengan kajian mitigasi bencana sebelum digunakan.
“Pengkajian dari aspek mitigasi bencana menjadi penting agar lokasi huntara benar-benar aman dan tidak berisiko terdampak bencana serupa di masa depan,” ungkapnya.
Menurut BNPB, ada dua skema penanganan hunian bagi warga terdampak, yakni menempati huntara atau menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang sementara tỉnggal bersama keluarga atau kerabat.
Besaran DTH ditetapkan sebesar Rp.600 ribu per kepala keluarga per bulan.
Distribusi Logistik Terus Dioptimalkan Sementara itu, progres pembukaan jalur transportasi menunjukkan perkembangan positif.
Jembatan Teupin Reudeup (Awe Geutah) yang menjadi jalur alternatif Bireuen-Lhokseumawe telah diujicobakan sejak Kamis (18/12/2025) sore.
Pembukaan jembatan itu diharapkan dapat melancarkan arus logistik dan mobilitas masyarakat, sembari menunggu penyelesaian jalur utama di Jembatan Kuta Blang yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan dengan progres 60,5 persen. Jumlah korban meninggal secara total di tiga provinsi ini bertambah tiga dari posisi kemarin. Per 19 Desember sore ini menjadi 1.071 jiwa.
Selain itu, jumlah korban yang masih dalam daftar pencarian mengalami penurunan. Dari sebelumnya 190 orang, kini tersisa 185 orang. Sementara jumlah pengungsi juga berkurang signifikan, dari 537.185 jiwa menjadi 526.868 jiwa.
Sementara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh, Sumut dan Sumbar, juga masih terus dilakukan. Di Aceh, OMC dijalankan menggunakan dua pesawat dengan total bahan semai yang telah digunakan mencapai sekitar 40 ton, dan akan terus dioptimalkan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem dan bencana susulan.
“Operasi modifikasi cuaca tidak kita hentikan. Ini terus kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana lanjutan, terutama di wilayah yang sedang dalam tahap pemulihan,” ungkap Muhari lagi.(*)
Sumber: Media Center Aceh
Author: Rizco Nugraha














