Promosi Doktor Amrun Saleh: Menguatkan Kurikulum Muatan Lokal untuk Menjaga Identitas dan Karakter Generasi Aceh Tengah
Oleh : Mahbub Fauzie
RAJANEWS.Xyz | Banda Aceh –
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry kembali mencatat capaian akademik penting melalui Sidang Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam sidang terbuka yang berlangsung khidmat, promovendus Amrun Saleh berhasil mempertahankan disertasinya berjudul _“Urgensi Penguatan Kurikulum Muatan Lokal dalam Sistem Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Aceh Tengah.”_
Disertasi ini mendapat perhatian karena menyentuh isu strategis: bagaimana kurikulum muatan lokal bisa menjadi benteng identitas budaya dan karakter religius peserta didik di tengah derasnya arus globalisasi pendidikan.
Sidang dipimpin Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman, didampingi Sekretaris Sidang Dr. Silahuddin. Tim promotor terdiri dari Prof. Dr. Muhammad AR dan Prof. Dr. Sri Suyanta.
“Kurikulum Lokal Bukan Sekadar Pelengkap”
Dalam pertanggungjawaban akademiknya, tim promotor menilai penelitian Amrun Saleh memberi kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan Islam berbasis kearifan lokal.
Kurikulum muatan lokal tidak lagi dipandang sebagai pelengkap administratif. Ia menjadi bagian integral sistem pendidikan madrasah yang berfungsi membangun karakter, memperkuat identitas budaya, dan menanamkan nilai sosial kemasyarakatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di sejumlah MTs di Aceh Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi.
Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi muatan lokal seperti pendidikan tahfiz Al-Qur’an, pengenalan adat dan budaya Gayo, serta keterampilan tradisional terbukti membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, religiusitas, dan kesadaran identitas budaya siswa.
Novelty penelitian ini terletak pada konsep _madrasah berbasis keunggulan lokal_ sebagai upaya pelestarian identitas dan warisan budaya Gayo melalui jalur pendidikan formal. Gagasan ini dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter dan akar budaya.
“Perjalanan Panjang Pengabdian”
Amrun Saleh lahir di Desa Waq Pondok Sayur, Kec. Bukit, Aceh Tengah, 30 Juli 1967. Ia anak kedua dari 11 bersaudara pasangan almarhum Muhammad Rasyid bin Badar dan Asiah binti Abdurrahman.
Ia menikah dengan Dra. Dewi Sartika dan dikaruniai empat putri: dr. Nahda Rizkina, Musrifa Saldi, Lc., Ruhdiana Saldi, dan Nurul Izzati Saldi.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari MIN Pondok Sayur, lulus 1980. Lalu MTsN Simpang Tiga Redelong 1983, dan MAS Simpang Tiga Redelong 1986.

Ia menyelesaikan S1 Jurusan Tarbiyah Bahasa Arab IAIN Ar-Raniry 1991, S2 Dirasah Islamiyah Pascasarjana IAIN Ar-Raniry 2010, dan kini meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam UIN Ar-Raniry 2026.
Selain akademisi, Amrun Saleh memiliki rekam jejak panjang di birokrasi pendidikan. Ia pernah menjabat Kepala MTs Jeumala Amal Pidie, Kepala MAN 2 Aceh Tengah, Kepala Kantor Kemenag Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Kepala Biro IAIN Takengon, dan kini Kepala Biro IAIN Langsa.
Ia juga aktif di organisasi sosial dan keagamaan: Sekretaris Umum PERMATA IAIN Ar-Raniry, pengurus NU Aceh Tengah, pengurus Masjid Agung Aceh Tengah, hingga penasehat Wakaf Produktif Kemenag Aceh Tengah.
“Harapan untuk Pendidikan Madrasah”
Keberhasilan Amrun Saleh meraih gelar doktor menjadi bukti konsistensi pengabdiannya di dunia pendidikan Islam.
Disertasi ini diharapkan tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga referensi kebijakan dalam pengembangan kurikulum madrasah berbasis kearifan lokal di Aceh dan Indonesia.
Melalui penelitian ini, pendidikan madrasah diharapkan melahirkan generasi yang unggul intelektual, kuat dalam nilai religius, dan tetap berakar pada identitas budaya lokal di tengah dinamika zaman.
Sementara itu Ucapan Selamat dan sukses atas gelar Doktor untuk Dr. H. Amrun Saleh, MA. Juga disampaikan Oleh Tajul Munir, M.Ag
Tenaga Kependidikan Biro AUAK IAIN Langsa
Kebanggaan keluarga besar IAIN Langsa. Disertasi tentang penguatan kurikulum muatan lokal menjadi inspirasi untuk menjaga identitas budaya dan membangun karakter generasi Aceh di tengah arus globalisasi.”
Keberhasilan Dr. H. Amrun Saleh, MA meraih gelar Doktor merupakan kebanggaan besar bagi keluarga besar IAIN Langsa, khususnya bagi kami tenaga kependidikan.
Capaian ini bukan hanya prestasi akademik pribadi, tetapi juga inspirasi tentang pentingnya semangat belajar, dedikasi, dan pengabdian yang berkelanjutan dalam dunia pendidikan Islam.
Atas nama tenaga kependidikan IAIN Langsa, kami mengucapkan selamat dan sukses atas sidang promosi doktor yang telah diraih.
Semoga ilmu dan pengalaman yang dimiliki Dr. H. Amrun Saleh, MA menjadi sumber keberkahan, memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan, serta terus menginspirasi sivitas akademika untuk berkarya dan mengabdi bagi umat, bangsa, dan daerah.
#IAINLangsa
#PendidikanIslam
#Aceh
#Gayo
Redaksi














