Kolaborasi KKN Kelompok 22 IAIN Langsa Hadirkan Media Edukasi Keagamaan Anak
RAJANEWS.Xyz l Aceh Tamiang, (PERKEBUNAN UPAH), 25 JULI 2026 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan pemahaman keagamaan generasi muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 22 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa melaksanakan program pembinaan keagamaan melalui penyerahan media edukasi bagi anak-anak di Desa Perkebunan Upah. Program ini lahir dari hasil pengamatan serta interaksi langsung mahasiswa KKN selama bertugas di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026 bertempat di Masjid Amiluddin, Desa Perkebunan Upah. Berawal dari kondisi di lapangan, mahasiswa KKN Kelompok 22 IAIN Langsa berinisiatif menghadirkan media pembelajaran interaktif untuk mendukung proses belajar mengaji anak-anak, baik saat pengajian rutin maupun pembelajaran mandiri di rumah.
Pelaksanaan program ini mendapat dukungan penuh dari tokoh agama dan tengku (guru ngaji) setempat. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan acara, mengingat para pengajar lokal memiliki peran sentral dalam membimbing serta membentuk karakter keagamaan anak-anak di desa Perkebunan Upah.
Tokoh agama dan guru ngaji yang hadir dalam acara pembagian media edukasi menyampaikan apresiasi tingginya atas inisiatif tim KKN. Pihak pengajar menilai media ini menjadi langkah positif dalam mendukung kegiatan pengajian, sekaligus memperkuat upaya penanaman nilai-nilai spiritual sejak dini kepada generasi penerus desa.
Rangkaian kegiatan di Masjid Amiluddin diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Acara dilanjutkan dengan penyerahan media edukasi serta sesi belajar bersama yang dipandu oleh mahasiswa KKN, tokoh agama, dan guru ngaji. Anak-anak tampak sangat antusias menyimak penjelasan dan berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 22 IAIN Langsa berharap media edukasi yang diserahkan dapat terus dimanfaatkan secara optimal. Sinergi antara mahasiswa KKN, tokoh agama, pengajar lokal, dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa penguatan pendidikan karakter berlandaskan agama membutuhkan kerja sama yang harmonis dari semua pihak.
Redaksi












