Cahaya Surabaya untuk Pendidikan Ujung Barat Aceh: SD 2 Muhammadiyah Langsa Belajar dan Berkolaborasi di Mudipat
RAJANEWS.Xyz l Surabaya — Semangat untuk terus bergerak maju dan menghadirkan pendidikan bermutu membawa SD 2 Muhammadiyah Langsa menempuh perjalanan panjang dari ujung barat Aceh menuju Surabaya. Bukan sekadar kunjungan, perjalanan ini menjadi langkah nyata membangun jejaring, bertukar inspirasi, serta memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.
Pada Senin (10/8/2026), SD 2 Muhammadiyah Langsa melakukan kunjungan dan kolaborasi ke SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), salah satu sekolah Muhammadiyah yang dikenal dengan berbagai inovasi dan pengembangan mutu pendidikannya.
Dalam kunjungan tersebut, SD 2 Muhammadiyah Langsa mengutus empat srikandi terbaiknya untuk membawa semangat belajar dan berkolaborasi. Mereka adalah Nurmaria Ulfa, M.Pd., Koordinator Kurikulum; Andina, S.Pd., Bendahara Sekolah; Fitriani, M.Pd., Kepala Perpustakaan; dan Dyah Retno Rachmadini, S.Pd., Ketua Komunitas Belajar (Kombel).
Rombongan SD 2 Muhammadiyah Langsa disambut hangat oleh keluarga besar Mudipat. Kehangatan tersebut menjadi awal dari pertemuan yang penuh inspirasi. Rombongan kemudian diajak berkeliling melihat berbagai fasilitas dan lingkungan pembelajaran di Mudipat, sekaligus berdiskusi mengenai sistem pendidikan, pengelolaan sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, hingga berbagai program unggulan yang diterapkan.
Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan adalah penerapan program Cambridge di Mudipat yang menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperluas wawasan dan pengalaman belajar peserta didik. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan berbagai inovasi pendidikan yang diterapkan menjadi bahan pembelajaran berharga bagi SD 2 Muhammadiyah Langsa.
Kunjungan ini menjadi ruang untuk saling berbagi praktik baik. Apa yang dilihat dan dipelajari di Mudipat diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman, tetapi dapat menjadi inspirasi yang dibawa pulang untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pendidikan di SD 2 Muhammadiyah Langsa.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Edi Susanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sekaligus memberikan pesan dan semangat kepada rombongan SD 2 Muhammadiyah Langsa.
“Saya senang sekali bertemu dengan guru-guru dari SD 2 Muhammadiyah Langsa. Terus belajar, harus peduli terhadap anak, jaga kualitas layanan, dan jaga mutu sekolah. Jangan lupa juga pendidikan karakter terhadap anak, tentu tak tertinggal pendidikan agama agar anak semakin baik dan bermutu.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya berbicara tentang kecanggihan teknologi dan prestasi akademik, tetapi juga tentang bagaimana sekolah memberikan layanan terbaik, membangun karakter, serta menanamkan nilai-nilai agama kepada peserta didik.
Sementara itu, Koordinator Kurikulum SD 2 Muhammadiyah Langsa, Nurmaria Ulfa, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Mudipat.
“Jazakumullahu khairan kepada seluruh pihak sekolah Mudipat yang sudah menyambut kami dengan hangat. Perjalanan ini sungguh memberikan kami inspirasi dan semangat belajar untuk pendidikan Aceh, terutama sekolah kami, agar menjadi lebih baik. Harapannya, semangat tersebut sejalan dengan nilai pendidikan Muhammadiyah yang terus bergerak maju, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi generasi masa depan.”
Perjalanan jauh dari Aceh menuju Surabaya menjadi bukti bahwa semangat meningkatkan kualitas pendidikan tidak mengenal jarak. Dari Surabaya, cahaya ilmu dan praktik baik diharapkan dapat dibawa kembali ke Langsa untuk menjadi energi baru dalam pengembangan SD 2 Muhammadiyah Langsa.
Kunjungan ini pun menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjadikan SD 2 Muhammadiyah Langsa sebagai sekolah yang terus belajar, beradaptasi dengan perkembangan zaman, terbuka terhadap inovasi, serta tetap kokoh dalam nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah.
Dari Surabaya untuk Langsa. Dari Mudipat untuk Muhada. Dari sebuah kunjungan, tumbuh kolaborasi. Dari sebuah inspirasi, menyala harapan untuk pendidikan di ujung barat Aceh.
Redaksi













