SD 2 Muhammadiyah Langsa Benchmarking ke Surabaya dan Yogyakarta, Belajar Praktik Baik untuk Kemajuan Pendidikan
RAJANEWS.Xyz l Surabaya–Yogyakarta, 10–12 Agustus 2026 — Semangat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan membawa SD 2 Muhammadiyah Langsa menempuh perjalanan dari ujung barat Aceh menuju Surabaya dan Yogyakarta. Bukan sekadar kunjungan, perjalanan benchmarking ini menjadi ikhtiar nyata untuk belajar, berbagi pengalaman, menggali praktik baik, serta membangun kolaborasi dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang telah berkembang dan memiliki berbagai inovasi pendidikan.
Perjalanan benchmarking dimulai di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) pada Senin, 10 Agustus 2026. Rombongan SD 2 Muhammadiyah Langsa disambut hangat oleh keluarga besar Mudipat dan mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai program, fasilitas, serta inovasi yang diterapkan dalam pengelolaan pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdiskusi mengenai pengelolaan sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, pemanfaatan teknologi, hingga program unggulan sekolah. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah penerapan program Cambridge yang menjadi bagian dari upaya Mudipat memperluas wawasan dan pengalaman belajar peserta didik.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Edi Susanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan SD 2 Muhammadiyah Langsa sekaligus memberikan pesan kepada rombongan agar terus menjaga kualitas pendidikan.
“Saya senang sekali bertemu dengan guru-guru dari SD 2 Muhammadiyah Langsa. Terus belajar, harus peduli terhadap anak, jaga kualitas layanan, dan jaga mutu sekolah. Jangan lupa juga pendidikan karakter terhadap anak, tentu tak tertinggal pendidikan agama agar anak semakin baik dan bermutu.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan sekolah tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun kecanggihan teknologi, tetapi juga dari kualitas layanan, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai agama.
Usai belajar di Surabaya, perjalanan dilanjutkan menuju SD Muhammadiyah Condongcatur, Yogyakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Di sekolah ini, rombongan kembali mendapatkan ruang belajar dan berdiskusi mengenai pengelolaan sekolah, penguatan budaya sekolah, pembangunan visi dan misi, serta berbagai praktik baik yang telah diterapkan.
Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Sulasmi, M.Pd., menyambut hangat rombongan SD 2 Muhammadiyah Langsa. Ia menekankan pentingnya membangun visi dan misi bersama sebagai fondasi utama dalam pengelolaan sekolah.
“Yang terpenting dalam pengelolaan sekolah adalah bagaimana kita membangun visi dan misi bersama. Insyaallah, dengan belajar di sini, mudah-mudahan nantinya mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bisa diterapkan di SD 2 Muhammadiyah Langsa,” ujar Sulasmi, M.Pd.

Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh warga sekolah untuk bergerak bersama dalam satu visi dan tujuan.
Dalam rangkaian benchmarking ini, SD 2 Muhammadiyah Langsa mengutus sejumlah perwakilan, yakni Nurmaria Ulfa, M.Pd., Koordinator Kurikulum; Andina, S.Pd., Bendahara Sekolah; Fitriani, M.Pd., Kepala Perpustakaan; Dyah Retno Rachmadini, S.Pd., Ketua Komunitas Belajar (Kombel); serta Raju Syahputra, S.Sos., Guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Koordinator Kurikulum SD 2 Muhammadiyah Langsa, Nurmaria Ulfa, M.Pd., menyampaikan bahwa perjalanan benchmarking tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi sekolah.
“Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar melihat bagaimana sekolah lain menjalankan programnya, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar, berdiskusi, dan menggali praktik-praktik baik yang bisa kami adaptasi sesuai dengan kebutuhan SD 2 Muhammadiyah Langsa. Semoga pengalaman yang kami dapatkan menjadi inspirasi untuk menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Mudipat dan SD Muhammadiyah Condongcatur yang telah menerima rombongan dengan hangat dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan.
Dari Surabaya hingga Yogyakarta, perjalanan benchmarking ini menjadi bukti bahwa semangat meningkatkan mutu pendidikan tidak mengenal jarak. Setiap praktik baik yang dipelajari menjadi bekal untuk terus melakukan refleksi, berinovasi, dan mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Bagi SD 2 Muhammadiyah Langsa, benchmarking bukanlah tentang meniru sekolah lain secara utuh, melainkan belajar dari keberhasilan, mengambil inspirasi, kemudian mengadaptasinya sesuai karakteristik dan kebutuhan sekolah.
Perjalanan dari ujung barat Aceh menuju dua kota pendidikan di Pulau Jawa ini diharapkan menjadi energi baru bagi SD 2 Muhammadiyah Langsa untuk terus bertumbuh sebagai sekolah yang adaptif, inovatif, berkarakter, dan berkemajuan.
Dari Langsa belajar ke Surabaya, melanjutkan langkah ke Yogyakarta. Dari praktik baik tumbuh inspirasi, dari kolaborasi lahir inovasi, dan dari perjalanan panjang ini diharapkan hadir pendidikan Muhammadiyah yang semakin bermutu untuk generasi masa depan.
Redaksi













