HIMPALA Sambut 16 Mahasiswa Baru Asal Papua Perkuat Kekeluargaan di Tanah Rantau

HIMPALA Sambut 16 Mahasiswa Baru Asal Papua Perkuat Kekeluargaan di Tanah Rantau

RAJANEWS.Xyz l KOTA LANGSA, — Himpunan Mahasiswa Papua Langsa (HIMPALA) menyambut 16 mahasiswa baru asal Papua melalui kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 Oktober 2026, di Pemandian Swimbath, Kota Langsa, Aceh. Mengedepankan asas kekeluargaan, kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus membangun lingkungan yang mendukung mahasiswa Papua dalam menjalani kehidupan akademik di tanah rantau.

PMB 2026 tidak hanya menjadi agenda penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun ikatan sosial. Melalui kegiatan ini, HIMPALA ingin memastikan bahwa mahasiswa baru tidak menghadapi proses adaptasi seorang diri, melainkan menjadi bagian dari keluarga besar mahasiswa Papua di Langsa.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kebersamaan dan membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis. Agenda tersebut meliputi pengenalan lingkungan Kota Langsa, diskusi kebangsaan, informasi beasiswa afirmasi, pengenalan budaya Aceh, serta pembelajaran mengenai sejarah Papua dan organisasi.

Kegiatan juga menghadirkan sesi Cerita dari Honai, yakni ruang berbagi pengalaman antara senior dan mahasiswa baru mengenai tantangan hidup di perantauan, pengelolaan keuangan, perbedaan budaya, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa baru diharapkan memperoleh gambaran nyata tentang kehidupan perkuliahan sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan sesama anggota HIMPALA.

Ketua Panitia PMB 2026, Tomi Odban alias Jefri Ison Mirin, menyampaikan bahwa semangat utama kegiatan ini adalah menghadirkan rasa memiliki bagi mahasiswa baru yang sedang memulai perjalanan di luar daerah asalnya.

“Kami tidak ingin adik-adik datang dengan koper besar, tetapi pulang dengan perasaan sendiri. Kami ingin HIMPALA menjadi rumah pertama mereka di tanah rantau, tempat untuk saling mengenal, belajar, dan saling menguatkan,” ujarnya saat penutupan kegiatan, Minggu (18/10).

Ia berharap ikatan yang terbentuk selama kegiatan tidak berhenti ketika PMB berakhir, tetapi terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam urusan akademik maupun aktivitas sosial dan organisasi.

Bagi HIMPALA, perbedaan asal daerah, latar belakang, serta budaya di antara mahasiswa Papua bukanlah alasan untuk terpecah. Mahasiswa yang berasal dari wilayah pegunungan maupun pesisir Papua diharapkan dapat membangun persaudaraan yang setara, saling menghormati, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bersama.

Asas kekeluargaan tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan tanpa pungutan biaya kepada peserta. Panitia mengedepankan semangat gotong royong dan kebersamaan agar proses penyambutan mahasiswa baru dapat berlangsung secara inklusif dan menjunjung martabat setiap peserta.

PMB 2026 ditutup pada Minggu pukul 16.00 WIB setelah rangkaian kegiatan kebersamaan dan refleksi kelompok. Penutupan ini sekaligus menandai dimulainya perjalanan baru bagi 16 mahasiswa tersebut untuk beradaptasi, belajar, dan mengembangkan potensi di Kota Langsa.

Melalui PMB 2026, HIMPALA berharap dapat memperkuat solidaritas antarmahasiswa Papua serta melahirkan generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Lebih dari sekadar penerimaan anggota, kegiatan ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa Papua di Langsa memiliki ruang untuk tumbuh bersama dan saling mendukung dalam meraih masa depan.

Semangat tersebut sejalan dengan moto HIMPALA: “Kita Bersatu, Pasti Bisa.”

Redaksi

Penulis: Said Yan Rizal"Editor: RAJANEWS.Xyz"
error: Content is protected !!