Wapresma Apresiasi Rektor IAIN Langsa Salurkan 1.070 Mahasiswa Bantuan Dampak Banjir
RAJANEWS.Xyz l KOTA LANGSA – Wakil Presiden Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Republik Indonesia dan khususnya Rektor IAIN Langsa atas penyaluran bantuan yang telah disalurkan bagi mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian nyata terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa yang terdampak bencana. Berdasarkan informasi resmi IAIN Langsa, sebanyak 1.070 mahasiswa Strata Satu (S1) menerima bantuan pendidikan sebesar Rp3.500.000 per mahasiswa, Penyaluran sudah dilakukan pada hari senin tanggal 2 November yang disalurkan langsung oleh Rektor IAIN Langsa Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution di halaman Rektorat IAIN Langsa.
Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Langsa Habil Jian Afip menilai bantuan ini bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga menjadi wujud kehadiran negara dalam membantu mahasiswa yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana. Sebab, dampak banjir dan longsor tidak hanya merusak tempat tinggal maupun fasilitas masyarakat, tetapi juga memberikan tekanan ekonomi terhadap keluarga mahasiswa dan keberlangsungan pendidikan mereka.
“Kami mengapresiasi langkah Kementerian Agama dan Rektor IAIN Langsa yang telah mengupayakan penyaluran bantuan pendidikan ini. Bantuan tersebut tentu sangat berarti bagi mahasiswa yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi mahasiswa sekaligus menjadi penyemangat agar mereka tetap melanjutkan pendidikan dan tidak kehilangan kesempatan meraih masa depan,” demikian poin apresiasi Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Langsa.
Di sisi lain, Habil juga berharap agar proses pendataan dan penyaluran bantuan bagi mahasiswa Strata Dua (S2) dapat segera diselesaikan. Mengingat, berdasarkan informasi yang disampaikan pihak kampus, terdapat 270 mahasiswa S2 yang saat ini masih dalam proses pendataan.
Apresiasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa tidak boleh dibiarkan menghadapi dampak bencana sendirian. Kampus, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat harus terus bersinergi dalam memastikan bahwa bencana tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Bagi kami, bantuan ini bukan hanya tentang nominal yang diterima, tetapi tentang kepedulian, keberpihakan, dan harapan agar tidak ada mahasiswa yang harus mengubur cita-citanya karena terdampak bencana ucap Habil.
Redaksi













