News  

Ditengah Derasnya Arus Informasi Digital, Batas antara Wartawan dan Pemegang Kartu Pers” Kian Kabur.

Ditengah Derasnya Arus Informasi Digital, Batas antara Wartawan dan Pemegang Kartu Pers” Kian Kabur.

RAJANEWS.Xyz  l “Eyang…’ salah seorang pengamat dunia jurnalistik, menilai fenomena ini berbahaya. Menurutnya, Kemudahan mencetak ID Card membuat banyak orang merasa sah menyandang predikat wartawan, tanpa memahami tanggung jawab profesi tersebut.

“Jurnalis sejati lahir dari proses, Dari turun ke lapangan, menguji kebenaran fakta, menulis sesuai kaidah, hingga berani bertanggung jawab atas setiap kalimat yang dipublikasikan,” tegas Eyang.

Ia menegaskan, “yang membedakan wartawan dengan pemegang kartu adalah hasil karya menulis”.
Rekam jejak seorang jurnalis tidak terletak pada tali lanyard yang menggantung di leher, melainkan pada arsip media, jejak digital, dan kepercayaan publik yang dibangun bertahun-tahun.

Sayangnya, masih banyak pihak yang lebih sibuk memamerkan ID Card daripada memamerkan hasil karya liputannya. Padahal profesi ini diuji oleh kompetensi, integritas, dan karya, bukan oleh selembar kartu yang bisa dicetak dalam 5 menit.

“Masyarakat harus cerdas. Jangan silau hanya karena ada yang menunjukkan kartu pers,Tanyakan karyanya. Lihat etikanya. Uji keberpihakannya kepada kebenaran,” ujar Eyang.

Menurutnya, waktu akan selalu menjadi hakim. Membangun kredibilitas butuh proses, pengorbanan, dan konsistensi.

“Berhentilah mengukur wartawan dari ID Card nya. Ukur dari karya tulisanya, Dari keberaniannya menulis kebenaran dan tanggung jawabnya kepada publik,” pungkasnya.

Eyang juga mengingatkan, hakikat wartawan sejati adalah “Bersikap profesional dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta kaidah pers” Karena wartawan bukan sekadar profesi, melainkan amanah untuk mencerdaskan bangsa.

(Hendrik)

Penulis: Redaksi"Editor: RAJANEWS.Xyz"
error: Content is protected !!