Dandim 0104/Atim Hadiri Muzakarah Ulama Se-Aceh Ke-XV, Perkuat Sinergi TNI dan Ulama
RAJANEWS.Xyz l Aceh Timur – Komandan Kodim (Dandim) 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto, S.I.P, menghadiri kegiatan Muzakarah Ulama Se-Aceh Ke-XV Tahun 2026 M/1448 H dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Kompleks Dayah Bustanul Huda, Desa Alue Cik Doi, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (27/09/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut mengusung semangat memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjadi wadah silaturahmi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membahas berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di tengah umat.

Muzakarah Ulama Se-Aceh Ke-XV ini dihadiri sekitar 2.500 jamaah, serta dihadiri oleh sejumlah ulama kharismatik Aceh, unsur Forkopimda Aceh Timur, tokoh masyarakat, para santri dan santriwati Dayah Bustanul Huda, serta para tamu undangan lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Tgk. H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, Tgk. H. Muhammad Jafar (Abi Jafar Lhoknibong), Tgk. H. Nuruzzahri (Waled NU), Tgk. H. Muhammad Amin (Ayah Cot Trueng), Tgk. H. Zainuddin Ibrahim (Abi di Bayu), Tgk. H. Muhammad Sufi Ibrahim (Abi Sufi Paloh Gadeng), Tgk. H. Abu Yazid Al Yusufi S.Ag (Abon Abdya), Tgk. H. Zainuddin (Abah Sarah Teube), serta Tgk. H. Abdul Manan (Abu Blang Jruen).

Selain itu turut hadir Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E., Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.A.P, perwakilan Pangdam Iskandar Muda Kabintaldam Iskandar Muda Kolonel Arm Arief Darmawan, S.Sos., M.M, Anggota DPD RI asal Aceh Azhari Cage, S.I.P, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M, Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H, Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K, serta unsur Forkopimda lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat Badar, dilanjutkan laporan ketua panitia, sambutan pemerintah Aceh, doa pembuka, serta pelaksanaan Muzakarah Ulama Se-Aceh Ke-XV yang dipandu oleh moderator Tgk. H. Abdul Manan (Abu Blang Jruen/Ketua MPU Aceh Utara).

Dalam muzakarah tersebut, para ulama membahas berbagai persoalan keislaman yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, meliputi bidang tauhid, wakaf, zakat, tasawuf, faraidh, dan haji. Pembahasan tersebut bertujuan memberikan pemahaman serta pedoman bagi umat dalam menjalankan ajaran agama sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ulama Aceh yang terus menjaga tradisi keilmuan Islam melalui kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Muzakarah Ulama.

Menurutnya, hasil muzakarah diharapkan dapat menjadi pedoman dan pencerahan bagi masyarakat Aceh dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama dalam menjaga kedamaian serta kemajuan Aceh.
Sementara itu, kehadiran Dandim 0104/Aceh Timur dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen TNI dalam mempererat hubungan silaturahmi bersama para ulama dan seluruh elemen masyarakat.

Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto, S.I.P menyampaikan bahwa sinergi antara TNI, ulama, pemerintah, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
“Ulama memiliki peran besar dalam membimbing umat dan menjaga nilai-nilai moral serta kebersamaan di tengah masyarakat. TNI akan terus mendukung dan memperkuat sinergi bersama para ulama serta seluruh komponen bangsa demi terciptanya stabilitas dan kedamaian di wilayah Aceh Timur,” ungkap Dandim.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Tgk. H. Muhammad Ali (Abu Paya Pasi). Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan pengamanan dari personel Kodim 0104/Aceh Timur melalui Koramil 07/Julok, personel Polres Aceh Timur dan Polsek Julok, serta Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Timur.
Melalui kegiatan Muzakarah Ulama Se-Aceh Ke-XV ini, diharapkan semakin memperkokoh hubungan silaturahmi antara ulama dan masyarakat, sekaligus menjadi momentum memperkuat peran bersama dalam membangun Aceh yang religius, aman, dan sejahtera.
Redaksi













